Blog ini saya buat sekedar iseng saja,,ya buat ngilangin stres dan menumpahkan tulisan yang di benakku entah cinta,tulisan gak jelas, dan macem-macem lah... so tongkrongin terus blog gw ya!!! sapa tau ada manfaatnya..
Kamis, 23 September 2010
Why Men Don't Listen & Women Can't Read Map
Rabu, 22 September 2010
==BAHASA TUBUH WANITA YANG SERING KALI KITA(LAKI2) TAK MEMAHAMINYA==
Ini masih berhubungan dengan soal di atas. Karena wanita mengartikan dan menginterpretasikan kata-kata Anda dengan lugas, jangan pernah menjanjikan sesuatu yang bagi Anda, para pria, cuma lip-service. Kalau Anda bilang akan membawanya berlibur ke tempat menyenangkan di akhir pekan, ia akan terus menagih. Ia tak akan pernah menganggap bahwa itu mungkin cuma lontaraan sesaat ketika Anda sedang 'lengah', kesal karena rengekannya, atau pikiran Anda sedang entah ke mana.
Di bawah ini beberapa kode rahasia bahasa wanita:
Dia tanya, "Kamu capek?" atau "Kamu sibuk?"
Artinya, "Ayo, kita bicara."
Dia bilang, "Aduh, capek banget aku di kantor hari ini."
Artinya, "Tanya aku dong, hari ini aku ngapain aja."
Dia tanya, "Aku bagus nggak pakai baju ini?"
Artinya, "Aku kelebihan berat badan, nggak?"
Dia tanya, "Aku bikin kamu terangsang, nggak?"
Artinya, "Kamu masih tertarik sama aku?"
Dia bilang, "Aku capek, deh."
Artinya, "Jemput aku pulang kantor, dong."
Dia bilang, "Bukan kamu yang aku maksud."
Artinya, "Sudah jelas itu kamu."
Dia bilang, "Bukan kita yang aku maksud."
Artinya, "Ini tentang kita, sayang."
Apakah anda pernah mengalaminya kjadian trsebut???OK, setelah Anda dapat contekan ini, kira-kira Anda bisa lebih mengerti tentang mereka?
Bahasa tubuh ini menurut penulis buku The Principles of Psychology, Williams James, sangat penting. Menurutnya, ada empat tipe bahasa tubuh yang secara umum menyatakan pikiran dan perasaan seseorang.
Pertama, bahasa tubuh terbuka yaitu postur berhadapan ke arah depan di mana tubuh dan wajah langsung bertemu dengan lawan bicara. Bahasa tubuh ini menyiratkan kesiapan memberi perhatian akan sesuatu yang akan dibicarakan. Itu merupakan tanda respons positif terhadap lawan bicara.
Kedua, bahasa tubuh tertutup, bentuknya berupa sikap tubuh yang tertarik ke belakang ketika sedang berbicara. Bukan memunggungi lawan bicara, tetapi menoleh ke arah lain ketika lawan tengah berbicara. Sikap ini mencerminkan rasa bosan, tidak percaya diri.Bagi lawan bicara, sikap ini seringkali diartikan sebagai sikap dingin.
Ketiga, bahasa tubuh yang ekspansif. Biasanya tampak dalam tubuh seperti siaga, misalnya berdiri tegak dengan dagu sedikit mendongak. Sikap ini mencerminkan rasa bangga dan arogansi. Umumnya, sikap ini dimiliki oleh orang yang rasa percaya dirinya cukup tinggi. Bagi pewawancara ini bisa diartikan sebagai sikap orang-orang yang kurang bisa menghargai lawan bicaranya. Kerap kali diartikan sebagai orang yang tidak bekerja sama dalam satu tim.
Keempat, bahasa tubuh yang tegang. Biasanya dalam bentuk postur tubuh yang mengkerut, seperti wajah menunduk, tangan dilipat, dan mata tidak berani menatap. Sikap ini menunjukkan rasa kecewa, sedih, atau frustasi. Untuk itu, hindarilah tubuh yang terlalu tegang dan bicara yang gugup, karena kerap kali diartikan sebagai orang yang mudah menyerah bila dihadapkan pada suatu tantangan.
Setelah itu berjabatan tangan. Biasanya pelamar akan ditanya tentang kabarnya, memang seperti basa-basi. Padahal ,dari jawaban yang dikemukakan, pewawancara akan langsung dapat menilai bagaimana karakteristik Anda sebenarnya. Pertanyaan itu harus dijawab spontan dengan bahasa yang baik, bukan bahasa Indonesia yang baku. Hindarilah berbicara dengan bahasa gaul kepada orang yang baru Anda kenal.
Ok,, smoga artikel kecil ini bisa membantu anda. thanks 4 riding my blog. salam :D
Senin, 06 September 2010
Yang Harus Diingat Sebelum Kembali Ke Pelukan Mantan
Setelah putus dengan sang pacar, pasti ada rasa untuk ingin kembali dengan si dia lagi. Apalagi jika mantan pacar Anda mulai merajuk untuk kembali lagi kepelukan Anda.Mungkin pada awal masa perpisahan Anda masih bimbang apakah akan melanjutkan hidup Anda sendiri atau kembali dengannya lagi. Jika memang Anda ada niatan untuk merajut kasih kembali dengan mantan, perhatikan hal-hal berikut ini, agar tidak menyesal dikemudian hari.
1. Apakah masih ada luka yang membekas
Sebelum memtuskan untuk kembali dengan mantan pacar, pastikan masalah telah teratasi. Yakinkan bahwa Anda berdua telah merasa nyaman dan permasalahan yang dulu tidak lagi menjadi masalah.
2. Membuat ekspektasi baru
Jika Anda dan mantan kembali memutuskan untuk bersama. Komunikasikan bersama si dia bahwa ada yang harus diubah. Lalu buat tujuan-tujuan baru bersama untuk menciptakan rasa percaya dan menghargai.
3. Jangan biarkan emosi Anda mempengaruhi keputusan Anda
Terkadang Anda dan mantan pacar mungkin merasakan kegembiraan bisa bersatu lagi, sehingga memutuskan terlalu cepat untuk kembali bersama. Anda juga harus benar-benar menganalisa apakah ia sudah benar-benar berubah.
4. Pikirkan secara rasional
Setiap keputusan harus diambli secara tenang dan rasional berdasarka fakta bukan perasaan. Jika Anda menyatukan hubungan kembali lalu ada masalah yang sama dikemudian hari, kemungkinan rasa sakit yang Anda tanggung lebih menyakitkan.
5. Lihat perubahannya
Mungkin Anda telah melihat perubahannya. Tetapi begitu tingkat kenyamanan telah kembali, bisa saja ia kembali berulah. Oleh sebab itu beri waktu untuk Anda melihat perubahaannya yang tulus.
Rabu, 01 September 2010
RENUNGAN
Senin, 09 Agustus 2010
BERJILBAB, NIAT ato TREN seh . . .

Jilbab,, hmmm semua orang pasti tau apa itu jilbab?? hampir seluruh umat muslim di dunia terutama wanita memakainya. memang di dalam ajaran islam sendiri mewajibkan semua wanita yang beragama islam untuk memakainya, gunanya untuk menutupi aurat si wanita tersebut. karena di haramkan wanita jika auratnya di perlihatkn ke kaum laki2.
nah di jaman sekarang saya si penulis sering banget melihat perubahan yang drastis pada wanita,, skrg wanita2 pada berlomba2 memakai jilbab,, di pikiran saya sempat bertanya2 ini memang bnr2 niat ato hanya sekedar tren belaka seperti judul yang saya buat. kenapa bisa seperti itu,, dan mengapa?? apa efek dari film 2012.. sapa yang tau??hehehe red.
ok, sekarang saya ingin mencurahkan pikiran yang selama ini membesit di benak saya,, terutama perubahan drastis dari wanita2 tersebut yang memakai jilbab. dari apa yang saya lihat secara nyata dan real kenapa perubahan tersebut terjadi setelah mereka tertimpa musibah, dan musibahnya pun dlm soal berhubungan dengan seseorg,,memang seh tidak semuanya wanita seperti yang saya katakan barusan. tapi memang itu adanya yang saya lihat di kehidupan nyata.. setelah bertanya kepada mereka, mereka malah menjawab udah punya niat dari dulu tapi masih takut.
Takut? Emangnya uji nyali? Nggak cuma uji nyali aja yang bisa bikin orang takut, berjilbab pun ternyata masih banyak yang pada takut. Mulai dari takut dicemooh, takut nggak bisa bebas beraktivitas, takut gerah, takut sulit dapat pekerjaan hingga takut nggak dapat jodoh. Wasyah!
Padahal kalo dipikir-pikir , jilbab adalah suatu gaya berpakaian yang lagi tren saat ini, lho. Emang sih beberapa tahun yang lalu, jarang banget kita nemuin cewek berjilbab. Tapi saat ini hampir di setiap sudut meja, eh, kota banyak muslimah yang sudah mulai sadar untuk berjilbab. Di sekolah-sekolah baik yang berbasis Islam atau pun umum, perguruan tinggi negeri dan swasta, tempat-tempat kursus hingga di pasar, mal, dan pabrik-pabrik, jilbab mulai marak. Bahkan di perkantoran yang dulunya jarang banget didapati busana muslimah ini, kini hampir di setiap kantor bisa dijumpai wanita muslimah yang berjilbab. Tuh kan, keren nggak sih?
Tapi ternyata di balik hingar-bingar cewek berjilbab, itu belum semuanya mau mengenakannya, sobat. Why? Karena banyak di antara mereka yang meskipun mengaku Islam, tapi masih juga enggan untuk berjilbab. Banyak sih alasan klise yang bakal dijadikan senjata andalan. Mulai dari pendapat yang bilang kalo jilbab tuh busana yang nggak gaul, ribet, dan bawaannya gerah mulu, hingga yang paling sering muncul nih, nggak siap. Nggak siap? Wah, macam mana pula ini? Apa kata dunia?
Bahkan ada juga yang mau pake jilbab asal dengan syarat dibeliin mobil sedan keluaran terbaru. Walah! Eh…tapi ini beneran ada lho.
Tapi jangan salah, kita kudu bersyukur juga, karena ternyata masih ada sodara kita yang sudah niat hati sih pingin berjilbab tapi apa daya nggak boleh sama ortu. Dengan alasan kayak anak udik-lah, entar sulit dapat kerjaan-lah, lama dapat jodohnya de el el. Ortu punya kuasa untuk melarang anaknya berjilbab. Gimana nggak, kalo larangan itu disertai ancaman bakal distop uang SPP dan uang saku, bahkan mungkin juga distop nggak boleh aktif di rohis (tempat dia sadar tentang wajibnya jilbab).
contoh lainya,, sebut saja (MD), MD seorng mahasiswi di sebuah universitas terkemuka di kota semarang. dia berbicara tentang teman2 mereka yang berkuliah di universitas tersebut, dari hampir total wanita yang berkuliah di universitas tersebut MD mengatakan 85% teman2nya memakai jilbab di kampus tetapi di luar kampuz mereka menanggalkan jilbab tersebut dengan bnyak macam alasan sebut saja alasanya menutupi rambutnya yg berwarna karena di cat, pengen terlihat alim, ngikutin tren sekarang de el el. hedew... astojim.
meskipun sudah berjilbab akan tetapi masih pula memikirkan jilbanya tidak boleh kuno, agar supaya tetep terlihat cantik,,dan mulcullah tren jilbab gaul. tetapi menurutq dari pada sama sekali terbuka, jilbab gaul itu sudah lebih lumayan. Benarkan? Minimal sudah ada niat untuk berjilbab meski mungkin masih bisa disempurnakan lagi. Dan pada hakikatnya niat itu yang paling penting sebelum bertindak. Jadi barangkali ada sebagian kalangan yang melecehkan wanita yang pakai jilbab tapi masih belum memenuhi syarat. Menurut pendapat saya, setiap orang pastilah membutuhkan proses untuk sampai kepada taraf sempurna. Termasuk dalam hal berpakaian Islami yang ideal.
Sebab proses perubahan dari busana kantoran yang cenderung tampil seksi, terlihat betis, lekuk tubuh dan seronok menjadi pakai jilbab dan menutup aurat bukanlah hal yang terlalu mudah dilakukan oleh setiap orang. Paling tidak, seseorang butuh niat kuat untuk itu. Padahal, yang namanya penampilan bagi seorang wanita adalah hal yang sangat mutlak pentingnya.
Maka tidak ada salahnya kita beri kesempatan kepada para wanita untuk melakukan proses perubahan secara perlahan namun pasti dalam urusan pakaiannya. Sampai pada titik dimana kesadaran itu datang dengan penuh dan jilbabnya sempurna. Tertutp rapat, tidak membentuk lekuk tubuh, tidak tipis transparan, tidak menyerupai pakaian laki-laki dan tentu saja tidak mengundang syahwat dengan penampilan dan aroma mencolok. Dan yang penting, tidak melenggak lenggok seperti yang digambarkan oleh Rasulullah SAW tentang penghuni neraka.
SARAN neh buat teman2 perempuan :
Mau berbuat baik itu memang nggak mudah, neng. Pasti ada aja suara-suara miring ketika kamu pertama kali berjilbab. Ada yang nganggep kamu sok alim, nggak modern, primitif, iseng manggil dengan gelar Bu Haji , atau bahkan yang parah adalah mengucilkan kamu dari pergaulan. Terus bagimana mengatasinya?
Kalo persoalannya mereka yang reseh, berarti masih ada celah untuk menasihati, maka jangan ragu untuk ngasih nasihat kepada mereka. Katakan bahwa dengan berjilbab, akan memperjelas posisi seorang wanita. Kamu bisa jelasin bahwa dengan berjilbab, seorang cewek tuh nggak hanya dinilai dari fisiknya semata (emang pelajaran olahraga pake acara penilaian fisik?), tapi cewek tuh juga punya kemampuan lain yang lebih layak dinilai. Kemampuan otaknya, prestasi belajarnya, keahlian di bidang yang ditekuninya, dan keterampilan dalam bidang yang lain juga yang nggak melulu cuma pamer fisik. Selain tentunya memiliki akhlak yang baik juga dong. Oya, kamu bisa memberikan penekanan khusus bahwa berjilbab adalah kewajiban bagi semua cewek yang mengaku muslimah dan mukminah. Itu sebabnya, berdosa bagi yang nggak mau melaksanakan kewajiban menutup aurat ini.
Hay wanita muslim, kalo ada teman kamu yang nyindir ketika kamu pake jilbab dengan nyebutin kuno dan primitif, kamu bisa bilang ke doi. “Emangnya ada jaman primitif pake baju menutup aurat dan lengkap seperti jilbab? Wong jaman itu belum ditemukan kain, boro-boro menutup aurat.” Betul nggak seh?
Sebaliknya, jelaskan bahwa mereka yang nggak berjilbab dan menutup aurat itulah yang layak mendapat sebutan masih primitif. Gubrak!
Why? Karena banyak cewek yang pake baju yang kurang kain or pake baju adeknya yang masih SD. Gimana nggak, kalo bajunya ukuran kecil kan auratnya jadi bebas terlihat sama siapa pun. Mungkin ada teman kamu yang kemudian beralasan, “ini kan modern”
Nah, inilah alasan yang dibuat-buat. Karena sejatinya ini soal sudut pandang aja. Mungkin bisa dibilang perbedaannya hanyalah karena keprimitifan itu dibungkus dengan slogan yang bernama modern. Padahal intinya mah tetep aja primitif, tul nggak?
Jurus terakhir, yah…cuekkin aja lagi. Kalo dalam hal kebaikan kayak gini, EGP aja, Emang Gue Pikirin . Yang penting tuh apa dan gimana hukum Islam memberi aturan dalam segala hal, khususnya berbusana. Kalo kamu pusing dan selalu dengerin orang lain tentang keputusanmu berjilbab, kamu nggak bakalan bisa maju. Yakin deh.
Terus kamunya sendiri juga harus yang bener ketika memutuskan berjilbab. Masa' berjilbab bin menutup aurat tapi kayak lontong. Itu tuh, yang tertutup tapi semua lekuk tubuhmu keliatan, ya percuma tak bergun, alias percuma tak berguna Neng. Jangan sampe pake jilbab tapi gak ngerti definisi dan nggak paham yang sesuai syariat itu kayak apa.
Jilbab sesuai syari'at
Kalo dikembalikan lagi ke yang punya bahasa, dalam hal ini bahasa Arab, jilbab adalah kain longgar dan panjang yang menjulur hingga menutup kaki. Bentuknya seperti lorong dan tidak ada potongan di tengahnya, dan menutupi pakaian yang biasa kamu pake sehari-hari di rumah. Wah…nggak modis dong! Modis atau nggaknya tergantung kamu memodifikasinya. Kalo kamu gaul, banyak banget model jilbab yang oke tapi tetep syar'i. Pokoknya inti berjilbab (yakni mengenakan pakaian yang tebel dan longgar, serta panjang sampe menutupi mata kaki) tetep nggak boleh ditinggalkan.
Lho bukannya jilbab itu kain yang sering digunakan untuk menutup rambut? Walah, kamu ternyata kuper en kupeng juga ya? Itu mah namanya khimar, Sayang. Kalo bahasa Indonesianya sih kerudung. Coba kamu buka QS an-Nur: 31. Allah Swt. berfirman: “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya…”
Nah, khimar atau kerudung ini juga bukan hanya menutup kepala aja, tapi harus sempurna menutup telinga, leher hingga menjulur menutup dada. Jadi nggak ada yang namanya kerudung gaul dengan mengikatkan ujung-ujungnya di belakang leher dan tidak menjulur sampe ke dada. Kalo dada masih belum tertutup, memang disebut berkerudung, tapi itu belum sempurna. Kamu perlu ngeh dong, bahwa busana muslimah itu adalah jilbab dan juga kerudung. Dipake bersamaan kalo keluar rumah or di rumah tapi ada pria asing yang bukan mahram kamu. Oke?
Jaim dong!
Yup, kamu harus jaga imej, alias omongan dan perbuatan kamu kudu mencerminkan jati diri seorang muslimah. Kamu yang dulunya suka ngomong ceplas-ceplos tanpa peduli perasaan orang lain, sekarang kudu dipikir dan ditata dulu. Kamu yang dulunya suka ketawa ngakak, sekarang mulai belajar untuk lebih sopan. Kamu yang hobi pulang sekolah boncengan sama cowok, yang suka ngerumpi, yang suka jalan-jalan di mal sekadar cuci mata, en so on, maka itu semua kudu dibenahi. Ma-lu dong, berjilbab tapi tetep norak. Bukan kamu aja Non yang bakal kena getahnya dengan sikap-sikap negatif di atas, tapi nama besar jilbab dan Islam bisa ternoda (cie…Rinso ‘kali).
Berubah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi juga bukan sesuatu yang mustahil untuk dilaksanakan. Ketika kamu memutuskan untuk berjilbab, pastikan itu semua karena kesadaran dan bukan hanya ikut-ikutan tren dan mode. Kalo hanya sekadar asal ngikut, kena cobaan dikit aja udah lepas tuh jilbab dari tubuhmu. Balik lagi deh jadi cemet alias cewek metal.
Iman itu kan bisa naik bisa turun, karena itu kamu kudu cari lingkungan yang mendukung keputusan kamu berjilbab. Apalagi di masa awal yang rentan banget sama godaan. Gabung deh ama temen yang udah baik-baik. Ibaratnya kamu temenan ama orang yang jualan minyak wangi, kamu akan ketularan wanginya. Kalo kamu berteman dengan orang yang baik, maka kamu akan ikutan baik. Pokoknya, akan ada orang yang mengingatkan kamu dalam ketakwaan.
Apalagi kalo keputusanmu berjilbab diiringi rajin ngaji. Wuih…ditanggung te o pe be ge te, alias top banget. Kamu yang semula merasa nggak siap jadi terdorong untuk segera mengenakan jilbab sesegera mungkin. Cobaan dan rintangan nggak akan menyurutkan keputusanmu tapi semakin mengokohkannya. Ibarat pohon yang akarnya kuat, angin topan sedahsyat apa pun nggak bakal bikin kamu jatuh. Oke deh, semakin mantap untuk berjilbab kan? So, berjilbab? Siapa takut!
"Setiap perubahan butuh proses. Dan proses itu adalah sebuah pergerakan dari jahiliyah kepada Islam. Berbahagialah mereka yang terus berjalan bersama proses itu. Dan alangkah sedihnya melihat mereka yang berhenti di tengah jalan, mandek dan mogok dalam proses itu."